Tahun 2008 silam, saya ambil kuliah Diploma 1 di sebuah kampus kecil di Kota Malang. Salah satu mata kuliahnya adalah mengetik dengan 10 jari. Bisa mengetik pakai 10 jari di atas keyboard itu banyak enaknya loo.. Yang bener? Ini penjelasannya..

Pekerjaan bisa cepat selesai!

Mengetik dengan 10 jari artinya kita gak perlu sering-sering arahkan mata ke keyboard karena orang yang bisa ngetik pakai 10 jari itu bisa dipastikan sudah hafal dimana letak masing-masing tuts (tombol) hurufnya. Jadi, cukup fokus arahkan pandangan ke teks yang mau diketik, kosentrasi dan biarkan jari-jari menari di atas tuts 😅. Sesekali boleh laah lirik-lirik ke layar komputer buat memastikan apa hasil ketikan sudah benar. Yang banyak buang waktu saat proses pengetikan jika si pengetik tidak menguasai metode 10 jari ini adalah gerakan mata. Maksudnya begini. Coba sambil dibayangkan ya.. Ada teks yang mau diketik, yang diletakkan di sebelah laptop. Si pengetik baca (misalnya) 5 kata pertama. Karena gak hafal letak tuts, lalu pandangannya akan terarah ke keyboard untuk mulai mengetik dan (biasanya) berlanjut, si pengetik akan memastikan apakah ketikannya benar atau tidak dengan menatap layar laptop. Kalau sudah benar, otomatis mata akan kembali ke teks yang mau diketik untuk tahu apa yang harus diketik selanjutnya. Dan biasanya, mata akan mencari-cari, “Tadi tulisannya sampek mana ya?” Apalagi kalau yang mau diketik ada di tengah-tengah paragraf. Wah, bakal lebih susah nyarinya! Dan pasti, ini akan buang-buang waktu.

Bisa terhindar dari sakit kepala dan mata kliyengan sebelum pekerjaan ngetik selesai.

🙂 Poin yang ini masih ada hubungannya dengan penjelasan sebelumnya. Coba, enak yang mana. Ngetik cuma fokus sama teks yang mau diketik dan sesekali koreksi ketikan di layar atau baca teks, lihat  keyboard, lihat layar, begitu terus. 😣 Gak heran kalau kepala bisa cenat-cenut duluan sebelum pekerjaan selesai. Betul?

Berasa kayak artis di film 😂

Sering lihat adegan film/sinetron dimana pemerannya lagi ngetik? Trus, ngetiknya cepet, gak pake lihat keyboard dan cukup lihat layar komputernya? Menurut saya itu sih keren 😍

Saya sendiri, sebenarnya gak jago-jago amat soal ngetik pakai 10 jari. Saya hanya hafal letak tuts huruf-huruf alfabet, tanda titik dan koma. Soalnya itu yang paling sering dipakai, kan?! Kalau tuts tanda tanya, garis miring, dsb, saya gak begitu hafal. Walau begitu, saya merasa beruntung bisa punya kesempatan belajar dan punya keahlian ini. Karena sangat membantu dalam mempersingkat waktu saat proses mengetik. Berminat? Kalau iya, coba cari teorinya di Google ya! Banyak kok.

Tips!

*Bisa ingat (letak tutsnya) karena banyak latihan.

*Biasakan untuk tidak mengarahkan pandangan ke keyboard saat latihan.

*Untuk permulaan, dulu saya diberi tugas mengetik rangkaian beberapa huruf. Misal “aiueo” dan harus diketik sebanyak 30 kali. Cara ini bisa membantu untuk mengingat dimana letak tuts.

*Dulu saya sering latihan mengetik dengan 10 jari sambil nyanyi lirih-lirih 😌 sambil menuliskan liriknya di komputer. Nah cara ini lumayan seru. Kita jadi dituntut ngetik lebih cepat kalau pengucapan liriknya juga cepat. Atau bisa juga, sambil dengarkan lagu, lalu kita ketik lirik lagunya.

Mau coba? ☺

Terimakasih sudah berkunjung. Semoga memotivasi ya.. 🙏

Iklan

2 tanggapan untuk “Mengetik dengan 10 Jari! Apa Enaknya?

  1. kalau aku sih biasanya ngetik pake dua jari hahaha (jari telunjuk kanan dan kiri) tapi kedua jari ini hampir hapal semua letaknya. Cuma ya itu tadi karena ngga sesuai prosedur 10 jari jadi sering typo

    Suka

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s