Sekarang zaman modern. Semuanya terasa lebih mudah berkat teknologi. Dan dengan teknologi itu pula, saya merasa dimudahkan untuk mencari rezeki lewat mengikuti kuis online yang sudah saya lakoni kurang lebih 6 tahun terakhir ini. Menjalani sesuatu pasti ada suka dukanya. Ada plus dan minusnya. Termasuk ikut kuis online di media sosial. Apa saja sih? Nih dia..

Hampir gratis!

Selama ini yang saya ikuti kuis online yang gratis. Gratis tanpa biaya pendaftaran! Tapi tetep, jer basuki mowo beo (seingat saya begitu pepatah jawa bilang) yang artinya kalau mau mencapai sesuatu yaa harus keluar materi (ada pengorbanannya). Setidaknya saya harus punya modal koneksi internet. Yaaah..gak mahal kan yang ini?! Kadang juga harus beli produk penyelenggara karena memang jadi syaratnya. Gak perlu mikir-mikir lagi (mau beli apa gak?) kalau memang saya dan keluarga pakai produknya. Tapi kalau gak dan harganya lumayan mahal menurut saya ya…pikir-pikir dulu, apakah peluangnya besar untuk menang kalau jadi ikutan kuisnya. 

Hadiahnya itu loo…

Seneng banget kalau keluar modal uang cuma dikiiit tapi berhasil menang hadiah yang nilainya besar. Kayak dapet duren runtuh. Papa mama saya (terutama papa) paling seneng kalau saya dapet hadiah voucher belanja 😁 setidaknya bisa buat beli kebutuhan harian keluarga. Dan acara belanjanya itu lo.. yang jadi lebih seru kalau punya voucher. Apalagi nominal banyak. Tapi padahal kan sama aja ya, mau pakai voucher apa uang tunai. Kan sama2 ngeluarkan uang, tapi beda fisik aja. 

Berkat kuis juga, barang yang sebelumnya cuma di angan-angan buat di beli (soalnya kalau pun punya uang senilai harganya, kayaknya bakal sayang buat beli tuh barang) akhirnya bisa jadi kenyataan! 

Memberdayakan medsos

Kalau dulu , saya ngertinya medsos cuma buat update status, jalin silaturahmi sama temen-temen. Tapi sekarang, medsos jadi syarat utama untuk bisa ikut kuis online. Dulu awalnya saya cuma punya facebook. Makin lama, punya twitter dan instagram. Niat awal buat keduanya ya.. buat bisa memenuhi syarat si penyelenggara kuis. Karena biasanya mereka minta para calon peserta follow akun-akun sosmed mereka. Mau gak mau, kalau mau ikut, yaa harus buat. Tapi ada hikmahnya juga sih. Setidaknya bisa ikuti arus perkembangan zaman. Punya fb, ig, twitter 😅  Ayooo siapa yang medsosnya masih dibuat update status doang? Kalian bisa tuh berdayakan sosmed untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Dapet teman baru

Lama kelamaan, pasti kita hafal siapa-siapa aja yang sering ikutan kuis online. Dan biasanya kalau misalnya dia menang atau hasil karyanya keren, kita akan follow dia. Dari situ pertemanan baru bisa terjalin. Kadang juga saya kirim pesan ke seseorang yang gak saya kenal, tapi sama-sama jadi pemenang kuis, buat tanya ini itu. Misal tanya, “Hadiahnya datang belum?” Seru kok, nambah temen, sekalipun cuma lewat dunia maya. 

Mengasah kreativitas

Kreativitas jadi modal yang ambil andil besar. Kuis online memang beragam bentuknya. Kontes foto, blog, video, desain, sampai sekedar tanya jawab gitu aja. Biar dilirik juri, jadi kreatif itu harus. Didasari sama ambisi (😐) ingin menang, pasti kita bakal ngasah otak, ngasah ide. Lalu, lihat-lihat karya peserta yang lain juga bisa jadi masukan dan motivasi. “Wih, dia bisa gitu. Trus, aku juga mesti bisa dong!” Akhirnya kita makin termotivasi untuk bisa melakukan yang terbaik demi jadi jawara.

Hasil kreasi samyang yang pernah saya dan adik-aik saya buat. Menurut saya keren, tapi kalah 😕
Saking niatnya, adik saya buat foto lagi dengan tampilan yang berbeda. Berharap juri melirik…

Keputusan ada di juri

Kita mau apa kalau juri sudah memutuskan pemenangnya? KEPUTUSAN JURI TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT. Biasanya, juri bakal dicela banyak peserta kalau yang dimenangkan itu kurang kreatif (padahal banyak yang lebih bagus). Kalau sudah gitu, paling mereka yang geram cuma bisa komentar pedes. Kalau saya sih, biasanya kalau sudah tau kalah, paling cuma kasih like buat postingan pengumumannya atau kalau niat, ngasih ucapan, “Selamat buat pemenang.” Kata-kata saya kayak legowo terima hasil juri, tapi benernya sedih 😭. Pernah saya nangis gara-gara kalah kuis. Gara-gara terlalu berharap dan optimis bakal menang. Tapi balik lagi, juri punya pandangan berbeda soal penentuan pemenang. Jadi saran saya… berusahalah sebaik mungkin, sisanya berserah diri. Menang atau kalah dalam kompetisi itu biasa! Tul?

Hadiah yang ditunggu…

Ada satu hadiah hak saya yang sampai sekarang gak sampai. Padahal saya sudah hubungi si penyelenggara. Tapi ya sudahlah.. nilai hadiahnya memang gak seberapa. Tapi sebenernya itu menjatuhkan citra perusahaan. Padahal nama perusahaanya gak bisa dibilang ecek-ecek. Semuanya tergantung mereka. Ada lo.. perusahaan yang tanggung jawab. Hanya karena hadiah terlambat dikirim, mereka beri tambahan hadiah lagi. Salut!

Kalau punya cerita tentang dunia perkuisan, share ya… 

Iklan

15 tanggapan untuk “Suka Duka (Plus Minus) Jadi Pemburu Kuis

  1. Uwaaahhh, aku msh jarang mba ikutan kuis2 :D. Pernah lah beberapa kali, tp aku lbh prefer kayak giveaway yang diadain ama blogger, walo ga selalu ikut juga :p. Tp dulu sempet ikut yg hadiahnya 1 set novel, waah aku seneng banget krn memang suka baca :).

    Suka

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s