Dengar situs jual beli online sih memang sering. Tapi, jujur, saya belum pernah mencoba untuk memanfaatkannya. Ketakutan untuk tertipu menjadi alasan saya. Takut duluan, padahal belum mencoba.

Dan kemarin, saat papa saya berniat menjual Vario 125-nya, kami sempat bingung, mau ditawarkan ke siapa lagi. Penawaran beberapa calon pembeli sebelumnya jauh di bawah patokan harga yang kami inginkan. Apalagi kalau ditawarkan ke dealer motor langsung, harganya jatuh, hanya kisaran sepuluh juta lima ratus ribu. Padahal paling tidak, kami ingin menjualnya di kisaran harga 12 juta. Rasanya harga segitu pantas lah buat “si kebo” (begitu saya menyebut motor papa saya ini, karena bodinya yg besar, berat pula) yang selalu dirawat dan diservis. Jadi penampilannya bersih, oke punya. Performa di jalanan lancar, nggak pernah mogok. Dan juga nggak pernah dikendarai jauh sampai luar kota.

Sampai akhirnya, adik saya yang memang sering pakai situs jual beli online, menyarankan untuk menawarkan Vario yang baru 3 tahun kami miliki ini untuk ditawarkan secara online. Oke, kami sekeluarga setuju. Hanya bermodal foto ala kadarnya dengan kamera ponsel, adik saya menawarkan dengan harga 13 juta dan masih bisa ditawar-tawar sedikit (bahasanya, nego tipis πŸ˜…).

Singkat cerita, kurang lebih 1 minggu dari pemasangan iklan motor kami secara online, akhirnya si Vario terjual dengan harga 12 juta. Harga jual sigini sudah terbilang bagus, sesuai ekspektasi, dibandingkan penawaran tertinggi yang pernah diberikan calon pembeli sebesar 11 juta 500 ribu.

Ini kali pertama saya dan keluarga merasakan manfaat adanya situs jual beli online yang menghubungkan langsung si penjual barang dengan calon pembeli yang benar-benar membutuhkan barang tersebut, tanpa harus pakai perantara (misalnya dealer motor) yang kalaupun mereka mau membeli barang kita, sebenarnya bukan karena mereka butuh, tapi pasti akan dijual lagi demi bisa dapat untung.

Dan dari pengalaman itu, ada beberapa catatan dari saya yang semoga bisa jadi masukan teman-teman agar aman saat berbelanja online sampai bertransaksi.

Jangan sendirian waktu bertemu dengan calon penjual/pembeli. Paling tidak ada pendamping 1 orang yang bisa menemani untuk bertemu dengan calon pembeli/penjual. Antisipasi, kalau-kalau mereka punya niat jahat. Pendamping ini juga bisa berperan sebagai teman diskusi yang bisa memberi masukan sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan membeli barang.

Harus peka. Jangan gampang dibodohi. Misalnya kita sebagai calon pembeli diminta untuk transfer uang muka (down payment) padahal barang dilihat saja belum. Wah, sudah ada indikasi ke arah yang merugikan kita nih. Lebih baik, cari yang lain.

Kantongi identitas penjual/pembeli. Poin ini yang saya lupa waktu transaksi jual beli Vario kemarin. Transaksinya sih lancar. Si penjual transfer sebagian besar uang pembelian dan sisanya (karena nominal transfer dibatasi) diberikan tunai. Uang transferannya pun sudah dipastikan masuk rekening kami. Tapi…andaiii…(tapi jangan sampai πŸ˜…πŸ˜―) uang yang diberikan tunai misalnya uang palsu, lalu bagaimana? Menurut saya, perlu untuk memfoto identitas orang yang bertransaksi dengan kita, supaya kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan kemudian, tapi tidak diduga sebelumnya, kita bisa jadikan foto itu sebagai modal untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Coba bayangkan, kalau yang kita punya hanya nomor ponsel dia (dan tiba-tiba nggak aktif saat dihubungi, padahal komunikasi di awal-awal 100 persen via ponsel) dan memori tentang siapa namanya, bagaimana postur dan juga wajahnya, dan ternyata dia adalah penipu?! 😰Gimana coba?! Antisipasi itu lebih baik 😌

Nah, ada yang punya tips lain saat jual beli online? Ilmu saya masih cetek. Baru pengalaman pertama soalnya! 😁 Yang punya tips, monggo di-share…

Iklan

3 tanggapan untuk “Harga Tinggi dengan Jual Barang Bekas secara Online !

  1. Aku justru mw belajar juga cara jual barang di online ini mba. Ada niat mau jual2 brg yg ga kepake lagi :D. Memang hrs hati2 sih yaa. Slama ini aku cm srgnya belanja online dan blm prnh jual barang πŸ˜€

    Suka

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s