Hati saya suka protes kalau dengar orang mengeluh berlebihan setelah melakukan suatu hal atau pekerjaan. Tapi seringnya kekesalan itu hanya saya pendam dengan tujuan tidak memperkeruh suasana. Tapi kadang, kalimat bantahan dari saya meluncur begitu saja.

Kenapa saya merasa kesal?

Saya punya prinsip, bahwa selama kita masih dibutuhkan (baik itu tenaga, pikiran, ide) maka patutlah kita bersyukur. Jangan mengeluh! Kalau capek, ya istirahat. Pikiran dan tubuh kita punya jatahnya untuk dipakai bekerja dan berhak untuk diistirahatkan juga kan?

Sering saya tonton acara di TV. Banyak orang dengan kekurangan atau keterbatasan, tapi semangat mereka untuk tetap berkarya dan menghasilkan masih menggebu. Ya Allah…apalagi kalau mereka tiba-tiba Allah sembuhkan (dari sakit dan ketidakmampuannya) atau Allah jadikan mereka cukup (jika mereka dalam keterbatasan), semangat mereka bakal jadi sebesar apa coba? InsyaAllah nggak rugi deh teman-teman, kalau tiap kali kita lihat kesusahan orang lain, lalu kita mendoakan kebaikan untuknya, dengan izin Allah, kebaikan yang kita doakan tadi juga akan kita dapatkan.

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, β€œDan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

Mengeluh itu memang sifatnya manusia. Kalau dihilangkan, sepertinya nggak mungkin. Tapi kalau diminimalkan, itu baru bisa diupayakan. Saya juga manusia dengan seabrek kekurangan, termasuk suka mengeluh ini. Tapi saya tahu, Tuhan nggak suka dengan orang yang dikit-dikit ngeluh. Analoginya begini. Misal kita punya teman dan setiap melakukan pekerjaan (atau bahkan sebelum melakukannya) sudah ngeluh duluan. Bete nggak? Males pastinya, sering dengar eluhan dia.

Mengeluh itu muncul dari rasa ketidaknyamanan kita terhadap suasana atau masalah yang sedang dihadapi. Menurut saya, cara yang lebih bijak mengekspresikan ketidaknyamanan itu adalah dengan menenangkan diri, hati dan pikiran. Buat yang muslim, berdzikir bisa jadi jalan terbaik. Kembalikan semuanya sama Sang Pencipta. Mohon kekuatan dari Dia, agar kita dimampukan menyelesaikan/melalui problem yang harus dihadapi. Dengan mengingat-Nya, kita bisa merasakan ketenangan. Dia bisa menjadi tempat untuk bersandar ketika hati mulai lelah dengan keadaan.

Lihat tayangan TV yang inspiratif itu juga penting lo! Kan sekarang banyak ya program TV yang mengangkat kisah-kisah perjuangan dalam keterbatasan. Dari situ, saya pribadi bisa tertular semangat mereka. Nah, kalau hati sudah merasa tidak nyaman dan mulut sudah mau keluarkan eluhan, coba deh ingat orang-orang yang tetap semangat tadi. Ingat, masih banyak orang di luar sana yang jauuuh lebih tidak beruntung dibanding kita.

Percaya deh, kalau kita masih bisa lakukan banyak hal, baik untuk diri sendiri atau keluarga dan orang lain, itu artinya kita termasuk orang yang beruntung. Sangat! Semoga saya dan teman semua termasuk orang yang bisa belajar menahan diri dari sifat mengeluh. Aamiin ❀

 

Iklan

6 tanggapan untuk “Belajar Tidak Mengeluh

  1. Setuju banget mbak, nggak akan pekerjaan atau masalah selesai dengan keluhan.
    Buat saya pribadi, denger orang ngeluh tu kok seperti ditarik dalam aura gelap ya. Jadi bawaannya pengen cepet-cepet kabur, he he he

    Suka

  2. Aku prnh mendelete beberapa temen di medsos, krn sukaaaaaa bgt pasang status mengeluh. Ttg rumah tangganya pula. Ga etis toh yaaa.. Dan itu jd ngeluarin hawa2 bikin males buat yang baca :p. Makanya aku delete mba. Aku lebih seneng ama status yg bikin semangat, ato berteman denga orang2 yg rajin, jrg ngeluh supaya bisa kita tiru semangatnya πŸ™‚

    Suka

  3. betul mba, kadang capek sendiri klo lihat ada orang mengeluh yang padahal yang dikeluhkan adalah hal yang sepele.. tapi bukan berarti saya nggak suka ngeluh sih, hehe.. karena memang tabiat manusia diciptakan suka mengeluh (ada d surat al ma’arij klo ga salah, innal insaana khuliqa halu’a, lupa arti pasnya, hihi), cuma memang harus membiasakan diri mengurangi mengeluh, atau kalaupun mengeluh pada tempatnya, hehe

    Suka

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s