Ada yang diuji dengan sakit. Terbaring tanpa daya. Fungsi tubuhnya terganggu. Ia merasa terpuruk dengan keadaanya. Hatinya cemburu saat teman sebayanya datang menjenguk. “Ya Tuhan…aku ingin lagi seperti teman-temanku ini. Aku ingin bisa pulih, sehat seperti meraka, layaknya aku yang dulu. Enaknya mereka Ya Tuhan, bisa menikmati umurnya selayaknya remaja dengan banyak hal yang menyenangkan.” Tapi, umur, siapa yang tahu? Waktu berjalan. Si sakit masih berjuang dengan sakitnya, mencari kesembuhan. Dan kabar mengejutkan datang dari salah satu teman sebayanya. Ia meninggal, mendadak. Berita itu pun terdengar hingga ke telinga si sakit. Apa yang mencuat di pikirannya. “Ya Tuhan, beruntungnya aku. Selama ini aku merasa aku adalah orang yang paling tidak beruntung dibandingkan mereka, teman-temanku!” Bagaimana dia merasa beruntung? Ia masih sakit. Fungsi tubuhnya masih belum bisa pulih. Ia masih harus menjadi penghuni ranjangnya sepanjang hari. Tapi, yang pasti, bahwa ia masih memiliki umur. Ia masih punya kesempatan untuk bisa bertatapmuka dengan orang tua, saudara yang menyayanginya. Ia masih Tuhan beri kesempatan melihat hijau dan indahnya taman di balik jendela kamar. Ia masih mendapat rezeki bisa mencicipi masakan sang ibunda. Semua kenikmatan itu ia rasakan biasa saja sebelumnya. Tidak istimewa. Namun ia berpikir, “Bukankah sangat istimewa, jika aku masih bisa merasakan kenikmatan ini!? Aku masih diberi kesempatan, yang sudah tidak bisa dirasakan oleh temanku yang telah Tuhan panggil. Ya Tuhan, ketidakmampuan yang kualami ini masih lebih baik dari pada habisnya kesempatan hidup dari-Mu.”

Dengan masih adanya umur artinya masih ada kesempatan untuk memperbaiki hidup. Hidup belum berakhir. Perjuangan pun belum usai. Ada sisi kebaikan dari setiap hal yang kita anggap buruk. Ada pelajaran berharga yang mungkin tak bisa kita raih bila tetap berada di titik nyaman. Bukankah dengan begini pikiran kita terasah, sisi spiritual kita menajam?

Iklan

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s