Saya bukan termasuk orang yang gandrung (suka) sama drama-drama Korea, Jepang, India dan lain sebagainya, yang akhir-akhir ini sering ditayangkan di televisi. Jadi saat gonta-ganti saluran TV, kemudian sekilas lihat kalau yang sedang ditayangkan drama-drama semacam itu, suka nggak saya gubris. Sampai suatu hari, (kondisinya sama, gonta-ganti acara TV, cari yang menarik), akhirnya terbujuk untuk singgah sebentar di RTV yang sedang menayangkan drama luar negeri. Seingat saya, waktu itu, yang buat saya tertarik adalah wajah lucu tokoh anak kecilnya. Awalnya saya pikir drama ini asal negeri gingseng, Korea. Tapi ternyata, setelah lihat tulisan-tulisan yang kadang sliweran di adegannya, saya pastikan ini drama asal Jepang. Sekali mampir, saat itu juga saya jadi tertarik sama drama satu ini.

Beautiful Rain, begitu judulnya. Mengisahkan seorang anak perempuan umur 8 tahun bernama Miyu yang hanya tinggal dengan ayahnya, Key, penderita alzheimer. Sedangkan ibu Miyu sudah meninggal, entah karena apa (karena saya nggak ikuti drama ini dari awal). Alzheimer biasanya menjangkit para lansia, tapi tidak untuk kasus Key yang masih tergolong muda. Karena penyakit ini, Key jadi mudah lupa. Misalnya, ia jadi lupa tentang apa yang baru dia ucapkan, maupun orang lain bicarakan. Ia juga sampai lupa tentang bagaimana caranya membeli minuman kaleng di mesin penjualnya. Tapi, Miyu selalu menguatkannya, membantunya, membuat Key tidak merasa semakin terpuruk dengan keadaanya.

Dari menyaksikan drama ini, saya tak hanya mendapat hiburan, tapi lebih dari itu, saya bisa mendapat pelajaran berharga. Apa saja pelajarannya?

  1. Bahwa cinta dan kasih sayang itu mampu menguatkan. Ada beberapa episode dari Beautiful Rain, yang menceritakan kalau Miyu harus berpisah dengan Key lantaran Key merasa tak bisa lagi diandalkan merawat Miyu. Miyu pun dibawa dan tinggal di rumah nenek kakeknya. Sejak itu, Key jadi merasa kehilangan momen-momen indah bersama Miyu. Ia jadi suka murung. Tapi, semua kesedihan Key berakhir, ketika tiba-tiba Miyu pulang dan memutuskan untuk tinggal kembali dengan Key. Dari situ, semangat dan senyum Key muncul kembali karena ada Miyu disampingnya. Saya coba bayangkan, andai Miyu tetap mau tinggal dengan nenek kakeknya, Key akan terus menerus merasa kesepian, kehilangan. Kesimpulan saya, dengan adanya orang lain di sisi kita (apalagi orang lain itu menyenangkan untuk kita) tentu akan membawa efek psikologis yang baik, memberi kita semangat dan kekuatan.
  2. Saya belajar tentang bagaimana orang tua perlu mengapresiasi usaha anaknya. Kisah episode waktu itu, Miyu ingin sekali menjadi anak yang baik. Dalam benaknya, jika ia menjadi anak yang baik, penyakit ayahnya akan sembuh. Saya lupa kenapa Miyu punya pendapat seperti itu (maaf :D) Akhirnya ia bertanya ke teman sebayanya, “anak baik itu yang seperti apa?” Teman Miyu menjelaskan, yang selalu mengerjakan PR, yang mau membantu membersihkan rumah dan bla..bla..bla.. Miyu pun termotivasi untuk lakukan segala hal seperti yang temannya tadi jelaskan, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dikerjakan Key, ayahnya. Tapi saat Miyu mencuci baju dengan mesin, dia lupa untuk mengeringkannya hingga semua pakaian masih terendam di dalamnya sampai malam hari. Key yang mengetahui hal ini, bukannya langsung marah-marah pada Miyu. Sambil duduk berdua dengan Miyu, pertama-tama Key berterimakasih atas jerih payah Miyu. Dilanjutkan dengan kalimat, “Miyu kan masih kecil, nanti jika terjadi apa-apa denganmu bagaimana?” Miyu pun meminta maaf. Adegan ini beri pelajaran untuk saya, bahwa orang tua harus melihat perilaku anaknya dari banyak sisi. Key mampu memahami apa maksud Miyu melakukan semua ini. Niat Miyu itu mulia kok. Key mengapresiasi apa yang telah Miyu usahakan. Baru setelah itu, Key sampaikan kekhawatirannya kalau Miyu bisa saja terluka atau celaka, apabila Miyu lakukan semua pekerjaan rumah. Semua penjelasan Key disampaikan dengan nada yang ke-bapak-an. Terdengar berwibawa!
  3. Belajar tentang kebersamaan. Walau tinggal berdua, Miyu dan Key rasanya tak pernah merasa sepi karena punya tetangga sebelah rumah (terdiri dari bapak, ibu dan anaknya yang bernama Akari) yang sering melewatkan waktu bersama mereka. Saat Key dirundung masalah, keluarga ini pun turut memikirkan jalan keluarnya. Di akhir episode pun, diceritakan Akari yang telah diterima bekerja di bank, tak jadi mengambil kesempatan ini. Ia lebih memilih untuk menjadi perawat bersertifikat. Tujuan Akari mulia. Ia ingin membantu Miyu merawat Key suatu saat jika kondisi ingatan Key memburuk. Key memang bekerja di pabrik milik keluarga ini. Walau kondisi ingatan Key yang menurun, Pak Bos (begitu kepala keluarga ini dipanggil) tidak memecatnya, walau kadang Key melakukan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan karena lupa. Oya, ada juga dua tokoh lagi yang merupakan pegawai Pak Bos. Keduanya juga sangat memahami kondisi Key. Hingga salah satu di antara mereka berinisiatif untuk membeli dan memasang papan tulis di pabrik untuk mencatat apa yang Key perlu ingat dan lakukan.

Tapi ada juga dialog dalam drama ini yang buat saya kernyitkan dahi. Saat itu, Key tidur bersebelahan dengan Miyu. Mereka berbincang. Hingga akhirnya muncul pertanyaan dari bibir Key, “Miyu, apakah kau merasa Tuhan itu ada?” Miyu menjawab, “Aku tidak tahu.” Langsung otak saya berpikir, “Memang orang Jepang tidak percaya kalau Tuhan itu ada? Mungkin inikah yang membuat banyak orang Jepang membunuh dirinya sendiri? Na’udzubillah…”

Apa kalian juga sempat nonton drama Jepang ini? Kalau iya, gimana pendapat kalian? Jangan lupa share ya. Terima kasih sudah berkunjung ;D

signature

Iklan

Satu tanggapan untuk “Beautiful Rain: Tentang Cinta Kepada Ayah

Punya komentar? Silakan... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s